May 17th, 2007 by duabelaskumimpiku
Ruang berhenti
Kaki kemana kulangkahkan
Mata kemana kulihatkan
Tangan kemana kugerakkan
Tubuh kemana kuhadapkan
Tuhanku kemana kutempatkan…
Hati kemana kubawakan
Komitmen kemana kucampakkan
Ikhtiyar kemana kurendahkan
Waktu kemana kubiarkan
Tuhanku kemana kutempatkan…
Di ruang berhenti…
Sadarkanku hidup yang berjalan
Penuh kelupaan akan makna yang sebenarnya
Untuk tanggung jawab yang akan dimintakan
Atas dulu yang dijanjikan pada-Nya
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 17th, 2007 by duabelaskumimpiku
Mereka yang hebat…
Dunia aktivis dakwah adalah dunia yang sangat luar biasa. Begitu kesimpulanku setelah kurang lebih 4 tahun menggelutinya dan satu tahun terakhir lebih banyak mengamati dan bernostalgia tentangnya. Empat tahun semenjak masuk kuliah aku mengenal orang – orang yang semangat berislamnya luar biasa. Yang ketika evaluasi mingguan di kelompok liqoatnya pasti penuh dengan ibadah – ibadah malam yang kuat dan juga sunnah – sunnah rosul yang dengan tekun mereka jalani. Nilai akademis mereka di tengah kesibukan dakwah yang padat juga tidak diragukan. Kalopun ada beberapa yang sempat sedikit hancur, hancurnya pun tidak sampai seperti mahasiswa lain yang tidak punya amanah apapun di organisasi kampus. Dan yang lebih hebatnya mereka kemudian bisa mengevaluasi diri dan menyusun strategi agar nilai akademik mereka kembali di puncak. Ya mereka adalah orang – orang hebat itu. Tidak jarang mereka tergopoh – gopoh jam 6 pagi dari kosan menuju kampus karena ada rapat jam setengah 7 karena ada koordinasi dakwah yang harus mereka lakukan. Hebatnya mereka ya…ditengah – tengah mahasiswa lain masih berusaha membuka mata di pagi hari mereka sudah ada di kampus. Atau tidak jarang juga ketika yang lain dapat dengan enaknya pulang ke kosan setelah kuliah usai, ada adik – adik tingkat mereka yang sudah menunggu untaian kata – kata hikmah dari mereka dalam kelompok – kelompok kecil. Dan yang lebih hebat lagi adalah di saat yang lain bermanja – manja dengan keluarga saat liburan datang, mereka harus mengikhlaskan diri berada di tengah – tengah kampus untuk memastikan acara dakwah di kampus berlangsung dengan lancer. Pun halnya saat ramadhan seperti ini, mereka pasti ada di barisan terakhir pemudik. Bukan karena pekerjaan di organisasi kampus masih menumpuk tapi mereka sedang dalam kesyahduan dalam peraduan dengan Robnya di iktikaf – iktikaf 10 hari terakhir ramadhan. Duh merinding jadinya diri ini. Luar biasa ya mereka…tersungkur dalam tangis memohon ampunan pada Robnya padahal hari – hari mereka sebenarnya selalu berselimut dengan amalan – amalan utama. Menjadi orang diatas biasa mungkin itu ucapan yang paling tepat untuk mereka.
Tapi…entahlah benar atau tidak penilaianku sekarang ini. Ada orang yang kuamati lebih hebat dari mereka. Sudah hampir seminggu ini aku menghabiskan waktu di tanah kelahiranku. Tidak biasanya aku pulang cepat sebelum lebaran. Hanya sebuah niat kecil membahagiakan orang tua ku memilih pulang cepat lebaran kali ini. Maklum, aku anak tunggal setelah kakakku 11 tahun yang lalu meninggal, dan kalaupun aku pulang dari Bandung selama ini rata – rata hanya 3 sampai 5 hari di rumah. Ada sesuatu yang menggelitik hatiku tentang orang – orang yang hebat itu. Ya betapa tidak, udara di kota – kota di Jawa Tengah termasuk Wonogiri di hari – hari terakhir ramadhan ini luar biasa panasnya. Aku yang biasa di Bandung kepanasan bukan main. Untungnya aku tidak punya aktivitas padat yang harus kulakukan sehingga aku lebih banyak beristirahat di rumah. Kalo pun harus bepergian aku tinggal starter mobil dan aku pun terlindung dari sengatan matahari yang luar biasa itu. Dan orang yang hebat itu menurutku adalah mereka yang harus beraktivitas di luar rumah untuk mencari nafkah di tengah – tengah udara panas itu dan TETAP ISTIQOMAH BERPUASA. Mungkin hafalan Quran mereka sedikit, atau bahkan sholat tahajud pun jarang kecuali sholat tarawih saat ramadhan seperti ini. Mungkin juga mereka tidak kenal konsep Al – Mukmin, yang menginspirasikan kita untuk memegang amanah dengan serious. Tapi sesungguhnya mereka adalah wakil – wakil Allah yang luar biasa itu. Mereka mencari nafkah agar anak – anak dan keluarga mereka dapat hidup layak karena mereka mengikuti dorongan Al – Mukmin itu. Ya mereka adalah orang – orang hebat itu. Kenapa dulu Islam diturunkan di tanah Arab, mungkin salah satunya karena disana cobaan Alamiah itu sudah sangat luar biasa sehingga keislaman seseorang itu sudah benar – benat teruji. AHAD…itu benar – benar terhujam meskipun cobaan yang besar menerpa. Udara di Mekkah pastinya lebih dasyat dengan beberapa derajat yang kurasakan di sini. Entahlah, bila teman – teman Aktivis Dakwah di Posisi seperti ini mereka akan lebih baik dalam bertahan atau malah memiliki nilai yang lebih rendah. Karena teman – teman ADK ini lebih memiliki konsep yang lebih unggul tentang Islam maka tuntutan untuk lebih menjadi wakil – wakil Allah yang luar biasa akan menjadi lebih besar.
Jadi orang – orang hebat itu sekarang sudah berubah dalam kacamataku…teman – teman ADK adalah orang – orang hebat tapi bisa jadi ada orang – orang yang lebih hebat lagi di sekitarku…yakni mereka yang mungkin begitu sederhana dalam mengenal Islam karena kondisi masa lalu yang susah untuk belajar Islam tapi mereka menyimpan mutiara perilaku yang luar biasa. Mereka cuman paham bahwa puasa itu wajib maka mereka jalani itu dengan penuh keikhlasan dengan semua tantangan hebatnya. Mereka pun mungkin hanya tau bahwa ada sholat tarawih di bulan ramadhan, maka dengan bacaan – bacaan yang terbata dan di tengah letihnya mereka berpanas – panasan di sawah mereka masih menguatkan langkah kaki ke mesjid di malam harinya. Satu hal yang sangat luar biasa…sampai di malam 29 ramadhan masjid di desaku penuh dengan jamaah sholat tarawih di saat di kota – kota tak jarang penduduknya sudah mulai sibuk berjejal di mal.
Jawa dan segala kesederhanaannya selalu memikat hatiku dengan dahsyatnya prinsip hidup mulia.
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 17th, 2007 by duabelaskumimpiku
Tauhid luar biasa dari orang – orang sederhana…
10 hari terakhir ramadhan bagi temen – temen aktivis dakwah adalah hari yang padat dengan aktivitas ibadah. Bisa jadi yang terdengar di setiap detik adalah lantunan tilawah Al – Quran. Bisa jadi tiap malam mereka berdiri dengan khusyunya melantunkan ayat – ayat panjang dalam sepertiga malamnya yang akhir. Apalagi di malam – malam ganjil 21, 23, 25, 27 dan 29, masjid – masjid pasti penuh sesak dengan mereka. Luar biasanya mereka yang dapat kupahami. Kenapa? karena mereka begitu terjaga dalam komunitas ruhiah yang tinggi, yang membuat tauhid mereka semakin kental. Ya betapa tidak, setelah selesai di kelas mereka segera berhamburan menuju ke pos – pos dakwah mereka. Base camp aktivis dakwah kampus (adk) menjadi tempat peraduan mereka selanjutnya. Mereka pun berbincang dan bertaut hati dengan teman – teman yang kapasitas ruhiahnya saling menguatkan. Alhasil jarang mereka akan mengalami kefuturan, karena sahabat dan lingkungan selalu menguatkan. Dan tentunya Allah yang mengilhamkan kekuatan itu.
Ketika ada suatu kesempatan mereka harus kembali ke kampong halaman adalah satu hal yang sering terucap :”Duh…ga kondusif kalo di rumah” Maksudnya adalah kondisi di lingkungan rumah tidak jarang membuat mereka jauh dari Allah. Ibadah menjadi kurang terjaga. Peran diri untuk dakwah jadi melempem. Kita yang tersibgoh oleh mereka bukan mereka yang tersibgoh oleh kita. Bingung ya? maksudnya bukan mereka atau dalam hal ini masyarakat yang terpengaruh oleh konsep dakwah dan ibadah kita tapi malah masyarakat dengan segala budayanya yang mempengaruhi cara hidup kita. Makanya bisa dibilang adk biasanya tidak betah tahan lama di rumah.
Tapi tetap saja mereka orang – orang dengan tauhid yang luar biasa menurutku…sampai kemudian aku menemukan orang yang bertipe kebalikan dengan mereka tapi punya tauhid yang luar biasa juga. Dalam pandangan orang awam mungkin orang yang baru saja kutemukan ni disebut sebagai orang yang lemah tauhid bahkan dekat dengan kemusyrikan. Jauh sekali bahkan dari apa yang dicontohkan oleh Rosul, atau sering disebut orang – orang yang bid’ah. Tapi, entahlah mereka punya tauhid yang luar biasa meskipun mereka orang – orang yang bisa dibilang sederhana. Orang yang mungkin tidak mengenal konsep retorika dakwah dan ibadah yang hebat tapi punya dorongan dalam diri yang begitu kuat dengan keyakinannya akan Tuhan. Meski ini agak susah dipahami oleh orang lain tapi aku melihat bahwa dalam upayanya mereka sedang menuju Tuhannya. Dari apa aku melihatnya…sebenarnya hanya sedikit pengalihan makna yang dibutuhkan untuk budaya – budaya yang mereka bangun. Maksudnya ? ya setiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir ramadhan mereka selalu setiap sorenya kenduren termasuk saat masuk idul fitri. Bahkan bagi yang kurang mampu pun terkadang terkesan memaksakan diri untuk kenduren. Biayanya tidak sedikit lho…200 ribuan paling sedikit,aku pikir apalagi saat lebaran harga – harga naik. Belum lagi saat masaknya butuh banget energi ekstra. Pengalihan sedikit makna! Ya itulah yang dibutuhkan. Kalo ditanya kenapa kenduren mungkin sekilas yang terjawab hanya budaya tapi sungguh ku yakin dalam hati mereka sebenarnya ada kerinduan untuk mempersembahkan sesuatu untuk Robnya. Hanya mungkin mereka tidak belajar tentang siroh nabi…atau mereka tidak tahu bahwa di Arab tidak ada kenduri. Jadi lebih bijak untuk tidak mengatakan itu sebagai bidah tapi tauhid yang luar biasa.
Posted in Uncategorized | No Comments »